Showing posts with label Biologi kelas XI. Show all posts
Showing posts with label Biologi kelas XI. Show all posts

Wednesday, 19 February 2014

Sistem Saraf pada Hewan dan Manusia


SISTEM SARAF PADA MANUSIA DAN HEWAN VERTEBRATA



PENDAHULUAN
Sistem saraf memungkinkan tubuh untuk dapat merspons lingkungannya dengan memantau rangsangan sensorik, menginterpretasikan informasi yang diberian oleh indera, dan meyarankan repons yang sesuai. Mekanisme system saraf tersebut kompleks dengan banyak tigkatan pengaturan dan jutaan jaringan yang saling berhubungan. Oleh karena itu, sewaktu mempelajari system yang komplek ini, peru dipahami susunan anatomi system saraf dengan seluruh subdivisi multiplenya.
Sistem saraf mempunyai dua subdivisi anatomi. System saraf tepi mencakup baik saraf krania maupun spinal, serta ganglion yang terkait. System saraf Pusat terdiri dari otak dan medulla spinalis.
Sistem saraf adalah serangkaian organ yang kompleks dan bersambungan serta terdiri terutama dari jaringan saraf.Sistem persarafan merupakan salah satu organ yang berfungsi untuk menyelenggarakan kerjasama yang rapi dalam organisasi dan koordinasi kegiatan tubuh
Fungsi sistem saraf yaitu :
1. Mendeteksi perubahan dan merasakan sensasi
2. Menghantarkan informasi dari satu tempat ke tempat yang lain
3. Mengolah informasi sehingga dapat digunakan segera atau menyimpannya untuk masa mendatang sehingga menjadi jelas artinya pada pikiran.

Sistem Reproduksi Pada Hewan Dan Manusia


SISTEM REPRODUKSI TUMBUHAN DAN HEWAN




BAB I
SISTEM REPRODUKSI PADA TUMBUHAN.


Reproduksi pada tumbuhan berlangsung melalui 2 cara yaitu vegetatif dan generatif. Namun, tidak semua tumbuhan dapat melakukan reproduksi vegetatif. Ada tumbuhan yang hanya bereproduksi secara generatif saja. Reproduksi vegetatif pada tumbuhan sering disebut juga propagasi vegetatif. Propagasi vegetatif dapat terjadi secara alami maupun dengan bantuan manusia.
1.1 Reproduksi secara vegetatif alami
Ada beberapa cara tumbuhan melakukan propagasi vegetatif alami, antara lain dengan umbi lapis, umbi batang, rizom, tunas liar (adventif), tunas, geragih, spora, dan fragmentasi.
v Spora
Reproduksi dengan spora biasanya terjadi pada lumut dan tumbuhan paku. Spora tumbuhan lumut dibentuk oleh geneasi sporofitnya, yaitu di dalam sporangium (kotak spora). Spora tumbuhan paku dihasilkan oleh daun fertile (sporofil) pada permukaan bawah daun fertile(sporofil) pada permukaan bawah daun atau di tepi-tepi daun.
v fragmentasi
Fragmentasi adalah perkembangbiakan dengan cara memisahkan diri dari koloni induknya dan tumbuhan menjadi indifidu baru. Pada umumnya, fragmentasi terjadi pada ganggang hijau yang berbentuk filament, misalnya Hydrodictin sp.
v Tunas

Sistem Ekskresi Pada Hewan dan Manusia

SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

A. DEFINISI SISTEM EKSKRESI
Sistem ekskresi sistem pembuangan zat-zat sisa pada makhluk hidup seperti karbon dioksida, urea, racun dan lainnya.
B. ALAT EKSKRESI MANUSIA 1. GINJALGinjal (ren) manusia berjumlah sepasang, terletak di rongga perut sebelah kanan depan dan kiri depan ruas-ruas tulang belakangbagian pinggang. Ginjal kanan lebih rendah dari pada ginjal kiri karena di atas ginjal kanan terdapat hati. Ginjal berbentuk seperti biji ercis dengan panjang sekitar 10 cm dan berat sekitar 200 gram. Ginjal yang dibelah secara membujur akan memperlihatkan bagian-bagian korteks yang merupakan lapisan luar. Medula (sumsum ginjal), dan pelvis (rongga ginjal). Di bagian korteks terdapat jutaan alat penyaring yang disebut nefron. Setiap nefron terdiri atas badan Malpighi dan

Monday, 17 February 2014

Struktur dan Fungsi Sel

Transpor Melalui Membran



  • Teori membran mozaik cair menyatakan bahwa membran sel tersusun atas lapisan protein. Protein tersebar dan tersisip atau tenggelam di antara lapisan ganda fosfolipid (fosfolipid bilayer).
  • Protein ekstrinsik (perifer): tersisip di antara fosfolipid bilayer; bersifat hidrofilik atau menarik air → lihat gambar. Hydrophilic Region
  • Protein intrinsik (integral): tenggelam di antara fosfolipid bilayer; bersifat hidrofobik atau menolak air → lihat gambar. Hydrophobic Region
  • Membran sel bersifat semipermeabel atau selektif permeabel.
  • Transpor melalui membran sel dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu transpor aktif dan transpor pasif.
    1. Transpor Pasif
      • Transpor pasif adalah transpor yang tidak membutuhkan energi.
      • Transpor ini terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan yang satu dan yang lain.
      • Transpor pasif dapat dibedakan menjadi difusi, osmosis, dan difusi terbantu.
        1. Difusi
          Perpindahan zat dari larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonik) ke 
          larutan yang berkonsentrasi rendah (hipotonik) sehingga konsentrasinya menjadi sama (isotonik).
        2. Osmosis
          • Pergerakan air dari larutan yang berkonsentrasi rendah (hipotonis) kelarutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonik) melalui membra
© Lia Awaliyah Yulvia | Blogger Template by Enny Law